ARTIKEL

BULAN LOMBOK DI BBI : Rekomendasi Oleh-oleh Wajib dari Lombok

08 Oct 2021

Ketika akan berlibur ke Lombok, mungkin sebagian besar dari Anda nggak kepikiran mau bawa oleh-oleh apa dari sana. Yang terpikir hanyalah menghabiskan waktu liburan berkualitas dengan bermain ke pantai maupun tempat-tempat wisata lainnya yang terkenal.

Padahal, Lombok punya segudang pilihan oleh-oleh yang wajib Anda bawa pulang, baik itu makanan, minuman sampai cinderamata kerajinan tangan khas yang tidak akan dijumpai di tempat lain.

Penasaran ada apa saja yang bisa dijadikan buah tangan dari Lombok? Simak beberapa rekomendasi dari BBI berikut ini!

1. Anyaman Ketak


Anyaman ketak mula-mula berkembang sekitar tahun 1986 di Desa Nyurbaya Gawah Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, karena bahan baku yang berlimpah disana. Pada tahun 1988 pemerintah mulai melakukan pembinaan serta intensif berupa pelatihan keterampilan, pengembangan design, pameran baik lokal maupun nasional, sehingga produk anyaman ini dapat berkembang mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah ke Lombok Timur.

Anyaman ini terbuat dari tanaman liar yang disebut ketak yang kemudian dianyam menjadi berbagai bentuk seperti tatakan gelas, tas wanita, tempat perhiasan, aneka pajangan rumah, gentong, sampai meja hias.

2. Mutiara Lombok


Lombok juga terkenal dengan daya tarik Mutiara nan mendunia. Kerang air laut maupun air tawar Lombok mampu menghasilkan mutiara berukuran besar dan berkilau. Apalagi dipadukan dengan emas, perak, dan rodium mampu mendongkrak harga perhiasan ini hingga menembus puluhan juta.

Di daerah Sekarbela yang terletak di Kota Mataram kita dapat menjumpai pedagang mutiara dari penjual kios, toko besar, sampai pedagang kaki lima. Pilihannya pun sangat beragam, dari butiran mutiara sampai mutiara yang sudah diuntai menjadi perhiasan.

3. Kendi Maling


Lombok ternyata juga menghasilkan kerajinan unik dari tanah liat. Aneka macam gerabah unik bisa kamu temui di Desa Banyumulek. Salah satu kerajinan gerabah yang paling mencuri perhatian yakni kendi maling.

Gerabah asli dari penduduk Desa Banyumelek ini paling dicari oleh wisatawan. Sekilas kendi ini tiada beda dengan kendi pada umumnya. Hanya saja pegangan atau leher kendi terlihat lebih panjang. Kendi maling dibuat memanjang dan sempit di bagian leher sehingga untuk memasukkan air kita perlu melakukannya dari bagian bawah kendi, seperti maling yang masuk lewat bawah lalu keluar lewat atas. Selain itu, kendi ini pun punya fungsi yang sama, yakni untuk menyimpan air agar menjadi sejuk.

4. Kerajinan Cukli di Kampung Lendang Re


Kerajinan Cukli merupakan hasil kerajinan yang terbuat dari kayu dengan hiasan potongan kulit kerang, yang ditanam dalam kayu. Misalnya asbak, pigura, tempat tisu, kotak perhiasan, kursi, meja, lemari, sampai tempat tidur.

Karena pembuatannya yang cukup rumit dan dibutuhkan ketelitian tinggi, cukli ini memiliki nilai jual yang juga tinggi.

5. Gasing Lombok (Begasingan)


Masyarakat Sasak memiliki permainan tradisional yang tergolong cukup tua yang dinamakan Begasingan. Gasing khas Lombok ini memiliki jenis tersendiri. ada yang berukuran besar yang digunakan untuk memukul disebut pemantok, dan juga gasing kecil untuk diputar atau dipasang dinamakan penggorong atau pelapas.

Begasingan terbuat dari bahan kayu yang dibentuk sedemikian rupa sesuai tradisi daerah asal, diberi tali cukup panjang dililitkan dileher begasing. Tali dililitkan rapi hingga habis.

Permainan begasingan dapat dimainkan oleh dua orang. Pemain pertama di sebut pemukul lebih dikenal dengan istilah penakek pematok, sementara pemain kedua, pemain yang dipukul dikenal dengan istilah pelepas, ngejang atau masang.

Permainan ini diawali dengan menggulung tali secara rapi pada lehaer begasingan. Pemain yang dipukul melepaskan begasingan dengan cara melempar ke tanah. Kemudian Pemain pemukul melepas begasingan hingga mengenai begasingan yang dipukul. Pemain yang dinyatakan sebagai pemenang adalah pemain yang begasingannya bertahan dan tetap berputar walaupun terkena pukulan.

Itu semua 5 ide oleh-oleh khas Lombok. Unik sekali ya!