ARTIKEL

Gaungkan Gerakan #BanggaBuatanIndonesia untuk Perluas Pasar UMKM Indonesia

15 May 2020

Jakarta -- Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak hal dalam keseharian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang dikenal tahan banting saat krisis moneter, menjadi korban paling terdampak secara ekonomi.

Selain pandemi, tantangan UMKM lainnya berasal dari konsumen. Sebagian masyarakat Indonesia sering merasa lebih berkelas ketika memakai produk berlabel luar negeri, buatan rumah fashion ternama misalnya. Padahal kenyataannya, saat ini, banyak produk dalam negeri yang justru menjadi pemasok merek-merek mahal dan terkenal tersebut.

Bukankah sudah seharusnya kita bertanya mengapa negara-negara maju itu tertarik menggunakan produk Indonesia untuk merk dagang mereka yang kesohor? Sebaliknya, mengapa orang Indonesia yang justru seringkali menempatkan produk lokal sebagai barang kelas dua, bahkan kelas tiga? Bukankah seharusnya konsumen Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri, karena merek kelas dunia pun sudah memilihnya?

Sudah waktunya kita semua bergotong royong membantu UMKM sebagai salah satu kekuatan ekonomi Indonesia. Untuk itulah Gerakan #BanggaBuatanIndonesia ini digaungkan. Gerakan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Presiden Joko Widodo dan jajaran kementeriannya.

Gerakan #BanggaBuatanIndonesia ini bertujuan mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk go digital dan memperluas jangkauan pasar UMKM hingga ke pelosok daerah. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan digital melalui platform. Bukan semata gerakan sosial, para platform seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, Bukalapak, Lazada, Gojek, dan Grab yang berada dalam naungan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), berkomitmen menyediakan edukasi dan pelatihan bagi para UMKM yang memiliki kendala untuk memulai usahanya secara online.

Gerakan ini juga mendorong konsumen untuk lebih bangga membeli dan menggunakan produk buatan dalam negeri. Dengan #BanggaBuatanIndonesia harapannya akan membuat Indonesia lebih cepat bangkit dari kondisi sekarang yang sedang dilanda pandemi.

Ketua Umum idEA, Ignatius Untung mengatakan bahwa saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengajak UMKM masuk ke jalur digital. “Bukan hanya dampak pandemi COVID-19 saja, tapi memang sudah waktunya UMKM juga merambah jalur digital guna mengembangkan usahanya,” kata Untung di Jakarta, Kamis (14/5) pagi.

Selain pandemi, perkembangan teknologi digital saat ini juga sudah sangat menjanjikan. Termasuk bagi para pelaku UMKM. Potensi yang ditawarkan sektor digital kepada UMKM sangatlah besar. Untung juga menegaskan komitmen para platform untuk mendukung gerakan ini. Keterlibatan platform juga diharapkan mampu memaksimalkan potensi yang ada pada sektor mikro Indonesia.

Lihat saja pengguna internet aktif di Indonesia yang terus meningkat, mencapai lebih dari 180 juta jiwa. Bahkan, Indonesia masuk dalam 20 negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Jumlah yang sangat besar sebagai pasar potensial untuk ragam produk yang ditawarkan UMKM, bukan?

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perlunya UMKM mendapat pendampingan dan pelatihan terkait digitalisasi agar bisa mencapai hasil sesuai harapan.

“Kami mendukung Gerakan #BanggaBuatanIndonesia ini, karena memungkinkan UMKM mendapatkan pelatihan online tentang bagaimana mengembangkan usaha mereka. Pelatihan tersebut bukan hanya untuk menjawab permasalahan saat ini, tetapi juga menjadi persiapan

masa depan. Namun, masih tetap diperlukan ketekunan dan konsistensi dari UMKM untuk meningkatkan penjualannya,” kata Menko Airlangga.

“Satu-satunya cara agar bisa bertahan sebagai bangsa yang bermartabat adalah membeli produk buatan Indonesia dengan rasa bangga. Saatnya bilang, saya Indonesia, saya bangga buatan Indonesia,” kata Untung menambahkan.

Sudah waktunya mengambil kendali itu ke tangan kita. Waktunya membangun bangsa mulai dari hati. Dari rasa bangga membeli, dan memakai produksi negeri sendiri. Banggalah pada produk buatan Indonesia karena inilah bentuk nasionalisme tiada tara.